Download!Download Apps for FREE!!!

Refleksi Guru Abad 21

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak konsekwensi bagi dunia pendidikan, salah satunya perubahan paradigma guru. Perubahan karakteristik peserta didik, format materi pembelajaran, pola interaksi pembelajaran, dan orientasi baru abad 21 memerlukan ruang-ruang kelas lebih interaktif. Kelas-kelas akan semakin banyak yang terkoneksi jaringan internet berkecepatan tinggi yang mudah mengakses “big data”.

Berkembangnya massive open online course (MOOC) memungkinkan orang belajar tanpa batas dan dapat diakses melalui perangkat pribadi seperti handphone, tablet, laptop, PDA, maupun perangkat bergerak lainnya. Tanda-tanda era disrupsi sudah nyata yang dicirikan;

  • belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket pengetahuan,
  • pola belajar lebih informal,
  • orientasi belajar mandiri (self motivated learning) dan
  • banyak cara untuk belajar dengan banyak sumber. SDM dengan daya inovasi, daya belajar dan kreatifitas tinggi menjadi incaran banyak organisasi.

Jenis keterampilan yang dibutuhkan adalah terwadahi dalam 4C (Creativity, Collaboration, Critical Thingking, dan Communication). Pada sisi peserta didik terjadi pergeseran karakteristik. Generasi z menghendaki kebebasan belajar, menyukai hal baru yang praktis, selalu terkoneksi internet, lebih menyukai visual daripada verbal, rentang perhatian pendek, suka berinteraksi dengan banyak media, suka berkolaborasi dan berbagi namun tetap terjaga privasinya. Guru harus merubah paradigma yang tidak hanya berfokus kepada konten namun berfokus pula pada pengembangan kreatifitas dan keterampilan belajar mandiri.

Peran guru lebih sebagai mentor, fasilitator, kolaborator sumber daya dan mitra belajar. Guru harus menjemput penerapan model-model pembelajaran yang sesuai seperti:

  • belajar penemuan (discovery learning),
  • pembelajaran berbasis proyek,
  • pembelajaran berbasis masalah dan penyelidikan,
  • belajar berdasarkan pengalaman sendiri,
  • pembelajaran kontekstual,
  • bermain peran dan simulasi,
  • pembelajaran kooperatif,
  • pembelajaran kolaboratif,
  • maupun diskusi kelompok kecil.
Refleksi Guru Abad 21

Guru perlu mengantisipasi perkembangan teknologi dan mentransformasi diri dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi lebih berpusat pada peserta didik, dimana peserta didik dan Guru sama-sama aktif. Petingnya guru memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mencari referensi/mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui kesempatan mengakses Big Data, Tetapi kita juga harus memberikan Nilai-nilai religius kepada peserta didik dan Rambu-rambu  dalam Penggunaan Teknologi Informasi agar peserta didik tidak tejerumus kepada hal yang negatif.

Tantangan Guru untuk mengembangkan kemampuan diri kita menjadi guru yang mempesona dalam kehidupan nyata sangatlah tidak mudah.  Dimana abad 21 dengan generasi Z nya yang telah didukung big data yang bisa diakses oleh siapa saja dan fasilitas internet yang semakin canggih, Karakteristik generasi Z menghendaki dan menuntut guru mampu menyiapkan pembelajaran yang menarik, mengajak berfikir tingkat tinggi (HOTS). Kita Sebagai Guru harus belajar dan harus mempunyai rencana unrtuk mengembang diri sendiri, harus bisa mengevaluasi kekurang dan kelebihan diri sendiri dengan berpedoman pada karekteristik guru Profesional.

 Kita juga harus bisa membedakan apa itu Guru Profesional Mengajar dan apa itu Guru Profesional Belajar. Mungkin sepele, namun harus kita pahami yaitu, guru profesioal mengajar adalah Seorang yang memperoleh keahlian khusus dalam proses pendidikan yang panjang, memiliki intergritas tinggi, guru yang kreatif, inovatif dalam merancang, mengkonstruksikan , mengevaluasi maupun merefleksikan pembelajaran. Sedangkan guru Profesional Belajar adalah guru yang selalu aktif mengikuti perkembangan ilmu pengatahuan maupun teknologi demi meningkatkan mutu pendidikan.








Add a Comment

Your email address will not be published.